Minggu, 12 Juni 2016

Taat kepada Pemimpin atau kepada Media?




Perda Serang telah disosialisasikan dengan baik, bahkan di tempel di depan rumah ibu penjual warung yang kemarin diberitakan dirazia oleh Satpol PP.

Lalu apa yang salah dengan penegakan hukum oleh satpol PP. Jelas yang salah itu media nasional yang memframing berita perda tersebut. Seolah hanya media yang berhak untuk menilai sebuah peristiwa itu baik dan benar, masyarakat harus turut pada media. Padahal jelas yang diperintahkan Allah taat itu kepada pemerintah bukan pada media. (Lihat surat An-Nisaa:59).

Saya menanggapi pemberitaan media nasional di viral berita di postingan seotang wartawan senior bahwa media semestinya jangan memframing pemberitaaan tentang perda ini apalagi dengan dalih kemanusiaan. Karena jelas yang disalahkan bukan hanya satpol PP tapi juga aturan yang digunakan oleh satpol PP untuk ditegakkan. Apalagi seolah si ibu penjual nasi yang kena razia itu terdzolimi lalu dibuat penggalangan dana yang katanya sampai ratusan juta. Bagus sih penggalangan dana untuk membantu orang kesusahan apalagi di bulan Ramadan. Tapi jelas berita tersebut memframing bahwa orang islam seolah tidak toleran kepada orang yang tidak puasa.


Menariknya ternyata pandangan saya tentang framing media tersebut dinihilkan oleh sang wartawan. Saya disebut orang idiot, intoleran, penuh perasangka bahkan dituduh sudah pendidikan tinggi tapi sempit berpikir. Lah kok nyerang ke pribadi. Ah aneh. Wartawan kok begitu bahasanya. Padahal saya alumni dari kampus dia dulu kuliah.


Ya sudahlah, ini memang zaman kejayaan media. Para pemilik media adalah penguasa informasi, dan wartawan para rasulnya. Mereka menganggap bahwa beritanya adalah yang terbaik karena sudah mengikuti kaidah jurnalisme. Tapi kita tetap harus kritis dengan setiap pemberitaan dari media. Karena ada hirarki pengaruh dalam isi pemberitaan media : individu pekerja media, rutinitas media, organisasi media, luar media dan ideologi media (Shoemaker dan Reese). 


Dan ingat tidak ada perintah untuk taat pada media, yang ada perintah taat pada pemimpin. Ya iyalah. Hehe..